Batam,Portaljnews.com – Reklamasi yang berada dijembatan 2 Barelang terlihat santai mengerjakan penimbunan tanah, sampai hari ini pengerjaan itu masih berjalan.padahal mereka tidak memiliki ijin reklamasi atau amdal dari lingkungan hidup (LH)

selain dokumen Amdal, ada beberapa perizinan yang harus dipenuhi oleh pihak tersebut. Misalnya terkait galian untuk reklamasi yang menjadi porsinya Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben).

Begitu juga dengan aktivitas angkutan tanah atau galian untuk reklamasi. Harus mendapatkan izin dan persetujuan dari Dinas Perhubungan.

saat itu maraknya aktivitas penimbunan pantai (reklamasi) ilegal membawa dampak buruk bagi Batam Selain merusak keindahan laut, pengerjaan  juga berdampak merusak bagi ekosistem laut dan membuat  air laut di sana pun mulai keruh.

Bahkan, di dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2011 sudah diatur titik penimbunan reklamasi di Batam yang pada kenyataannya saat ini masih wilayah laut.

Dengan terbitnya Perpres tersebut, sudah mengindikasikan daerah-daerah laut yang akan timbul jadi daratan nantinya.

Saat dikompirmasi kelapangan Sabtu 24 Agustus 2019 kepada pihak tersebut mereka menjawab lahan reklamasi ini untuk rumah masyarakat yang digusur ujar dari pihak yang berwenang di lokasi tersebut.

Akan tetapi masyarakat disana mengatakan bahwa kalau soal peruntukan pelabuhan tentunya mereka deliknya untuk masyarakat bg,yang jelas kegiatan mereka lakukan sudah salah karena menimbun pantai, secara aturan  harus ada ijin dari lingkungan hidup ujarnya
(Team/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here