“Pada Sabtu (29/9) pukul 07.00 Wita, petugas Polri gabungan bersama masyarakat melaksanakan evakuasi korban tsunami di Pantai Talise, Palu, menemukan seorang anak atas nama Iyas (6) di tumpukan material dalam kondisi luka robek pada kepala dan mengalami syok berat,” kata Dirreskrimum Polda Sulteng Kombes Diki Budiman, dalam keterangannya, Minggu (7/10).

Baca juga: Begini Kehidupan Pengungsi Sigi di Malam Hari

Setelah dievakuasi, Iyas langsung ditangani Kanit PPA Ditreskrimum Polda Sulteng, Ipda Siti Hasibuan, dengan membalut luka korban. Karena saat itu seluruh rumah sakit di Palu dalam kondisi darurat, Diki meminta Iyas dibawa ke Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Iyas kemudian dibawa Siti ke RS Makassar lewat jalur darat. Petugas juga menyebar foto dan identitas Iyas ke semua media sosial agar kabar itu sampai ke pihak keluarga. Iyas tidak bisa bicara dan menjelaskan identitas keluarganya setelah ditemukan karena masih trauma.

“Pada Sabtu (6/10), salah satu keluarga korban melapor ke Kapolsek Palu Selatan bahwa anak yang diposting di sosmed adalah keluarganya. Pada Minggu (7/10) Ipda Siti dan Iyas berangkat dari Makassar ke Palu dengan pesawat komersil,” ujar Diki.

Baca juga: Cerita Warga yang Keluarganya Belum Ditemukan Pasca Tsunami di Palu

Pada pukul 15.00 Wita, Iyas diserahkan kepada orang tuanya yakni Hasrat dan Ihwana di tempat pengungsian Desa Biromaru, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi. Pada Jumat (28/9) lalu, Iyas bersama kakak dan ibunya berjualan di area Pantai Talise.

“Keterangan dari orang tua korban, bahwa pada saat kejadian tsunami (28/10), Iyas sedang ikut kakak dan ibunya berjualan brownies di area Pantai Talise. Ibu dan kakaknya dapat selamat namun terpisah dengan Iyas,” tutur Diki. (mb/detik)