portaljnews, Cilegon – Usai ancaman bom di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Banten kembali mendapat teror sejenis di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, Selasa (25/9) pukul 14.30 WIB.

“Tadi ada laporan dari kejaksaan ke Polres [Cilegon], terus tadi tindakan kita lakukan pengamanan TKP [Tempat Kejadian Perkara] dulu, lalu anggota dan pegawai kejaksaan kami amankan dulu,” kata Kasat Sabhara Polres Cilegon Ajun Komisaris Fauzan Afifi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/09).

Usai mengevakuasi seluruh pegawai, kepolisian kemudian menghubungi tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Banten, agar dilakukan sterilisasi gedung Kejari Serang.

“Kemudian menghubungi tim Gegana untuk melakukan sterilisasi, hasilnya kosong dan tidak ditemukan apa-apa,” ujarnya.

Setidaknya, Gegana dari Brimobda Banten, menerjunkan 10 personel Jibom yang di bantu oleh tim Sabhara Polres Cilegon. “Pengamanan khusus sih enggak ada, ini kan sudah steril, seperti biasa lagi aja,” kata Fauzan.

Sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) Serang disebut mendapat ancaman bom pada Selasa (25/9) pukul 14.00 WIB. Sterilisasi dilakukan saat Tim Gegana menelusuri gedung PN Serang.

Informasi ancaman bom didapat oleh Ketua PN Serang dan segera disampaikan ke seluruh pegawai. “Kami dapat telepon dari ketua [PN Serang], bahwa ada ancaman bom di sini,” kata Humas PN Serang Eviyanto, saat ditemui di depan kantornya, Selasa (25/9).

Eviyanto mengaku tak tahu teror diterima Ketua PN apakah melalui SMS atau telepon. Saat ancaman bom disampaikan, Ketua PN Serang tengah berada di Mahkamah Agung.

Setelah itu, Eviyanto segera melapor ke Brimob Polda Banten untuk dilakukan sterilisasi ruangan.

Dari pantauan CNNIndonesia.com, satu unit mobil Gegana Brimob Polda Banten terparkir di halaman Polda Banten. Sementara, seluruh pegawai berada di seberang PN Serang.

“Kami tunda semua [persidangan]. Tahanan langsung kita keluarkan semua, jadi seluruh ruangan di pengadilan ini kita sterilkan. Ini perintah dari ketua kami,” terangnya. (mb/cnn indonesia)